Risiko Dalam Audit

Risiko menurut arti adalah kemungkinan adanya konsekuensi jelek atau tidak menguntungkan, rugi dan lain sebagainya.
Standar auditing seksi 312 risiko audit dan materialitas dalam pelaksanaan audit mengharuskan auditor untuk mempertimbangkan risiko audit dalam:
  1. Perencanaan audit.
  2. Pengevaluasian akhir apakah laporan keuangan secara keseluruhan disajikan secara wajar sesuai prinsip akuntansi yang berterima umum.

 

Tipe-tipe Risiko Audit
 
Menurut Taylor dan Glezer tipe risiko risiko audit ada dua, yaitu:
1. Risiko tipe I
 
Adanya risiko bahwa suatu saldo akun mengandung kesalahan yang jika digabungkan dengan kesalahan-kesalahan pada saldo akun yang lain, dapat mengakibatkan laporan keuangan salah saji secara material.
2. Risiko tipe II
 
Adanya risiko adanya auditor tidak dapat mendeteksi adanya kesalahan seperti dalam risiko tipe I diatas.

Komponen Risiko Audit

Komponen risiko audit pada umumnya terdiri atas tiga yaitu:
  1. Risiko bawaan adalah kerentanan suatu asersi terhadap salah saji material dengan asumsi tidak ada kebijakan dan prosedur struktur pengendalian intern yang terkait.
  2. Risiko pengendalian adalah risiko bahwa suatu salah saji material yang dapat terjadi dalam suatu asersi, tidak dapat dideteksi ataupun dicegah secara tepat pada waktunya oleh berbagai kebijakan dan prosedur pengendalian intern perusahaan.
  3. Risiko deteksi merupakan risiko bahwa auditor tidak dapat mendeteksi salah saji material yang terdapat dalam asersi
  4. Risiko review analitis adalah risiko yang timbul karena prosedur-prosedur review analitis tidak dapat mendeteksi kesalahan yang material.
  5. Risiko tes substansif adalah risiko kesalahan material tidak dapat dideteksi melalui penggunaan prosedur tes substansi.

Strategi Audit Pendahuluan

Tujuan audit dalam perencanaan dan pelaksanaan audit adalah untuk menurunkan risiko auditdlam tingkat serendah mungkin untuk mendukung pendapat auditor mengenai apakah laporan keuangan disajikan secara wajar dalam segala aspek yang material sesuai dengan prinsip akuntansi yang berterima umum.
Dalam memilih alternatif strategi audit tersebut, auditor mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut:
  1. Planned assessed level of control risk
  2. Luas pemahaman auditor terhadap struktur pengendalian intern yang dihimpun.
  3. Test of control yang dilaksanakan dalam menentukan risiko pengendalian. 

Kecurangan merupakan segala sesuatu yang secara lihai dapat digunakan untuk mendapat keuntungan dengan cara menutupi kebenaran, tipu daya, kelicikan atau mengelabui dan cara tidak jujur yang lain.

Thanks to Allah S.W.T