Pengertian, Perbedaan dan Kegunaan Traktor

Pengertian, Perbedaan dan Kegunaan Traktor – Didalam kehidupan sehari-hari Traktor digunakan untuk berbagai keperluan. Penggunaan yang paling banyak ialah untuk pengolahan tanah, karena memang pekerjaan pengolahan tanah adalah pekerjaan pertanian yang relatif membutuhkan daya yang besar dibanding pekerjaan lainnya. Selain itu traktor juga digunakan untuk penanaman, untuk pemeliharan tanaman, untuk memutar pompa irigasi, untuk pemanen (dengan memasang pisau reaper), untuk memutar perontok padi, serta untuk pengangkutan, mulai dari bibit, pupuk, peralatan, sampai hasil pertanian.

Dari asal katanya, traktor berarti alat penghela. Memang fungsi utama traktor ialah untuk menghela sesuatu. Itulah sebabnya semua traktor tentu pada bagian belakangnya dilengkapi dengan sambungan untuk tempat menggandeng alat yang akan dihela tersebut. Pengertian traktor ialah kendaraan bermesin yang khusus dirancang untuk menjadi penghela. Dari sejarahnya, traktor memang dirancang awalnya untuk mengganti hewan hela dengan mesin yang lebih kuat.

Traktor adalah alat/mesin penarik beban yang bersumberdaya mekanis. Klasifikasi traktor dibedakan menjadi dua macam, yaitu berdasarkan kegunaan dan jenis roda penggeraknya. Berikut merupakan beberpa kegunaan traktor, yaitu:

1. Traktor Berdasarkan Kegunaan Traktor

  • General purpose traktor. Traktor ini dirancang untuk melaksanakan pekerjaan yang bersifat umum. Berdaya kecil sampai berdaya besar. Kedudukan poros roda relative rendah.
  • Special purpose traktor. Traktor ini dirancang untuk melaksanakan pekerjaan yang lebih khusus. Mudah dirangkai dengan peralatan yang khusus (misalnya dipasang alat/mesin pengolah tanah, pemeliharaan tanaman, pemanen, untuk traktor khusus pertanian). Kedudukan poros roda (ground clearance) tinggi, jarak roda kiri dan kanan (wheel base) dapat diatur.
  • Industrial traktor. Traktor ini dirancang khusus untuk keperluan industry atau kegiatan pembangunan. Kekhususannya antara lain; ukuran roda depan dan belakang hampir sama atau sama dan bergandan ganda.karena ukuran roda yang hampir sama, maka kemampuan tarik traktor besar.
  • Plantation traktor. Traktor ini dirancang untuk dapat dengan mudah dan aman digunakan pada lahan yang banyak tanamannya. Dibuat dengan konstruksi pusat titik berat rendah sehingga dapat digunakan pada lahan yang mempunyai kemiringan tinggi. Berdaya besar dan dilengkapi dengan pelindung (atap).
  • Garden traktor. Disebut juga traktor kebun yang digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan ringan (misalnya pertanian kecil atau pemangkas rumput).

2. Traktor Berdasarkan Jenis Roda Penggeraknya

Traktor roda krepyak (crawler tractor)

  • Standard crawler tractor. Traktor ini mempunyai ground preassure (tekanan ke tanah) yang kecil (0,8 kg/cm²) sehinnga kemugkinan traktor terbenam ke dalam tanah kecil. Sering digunakan untuk meratakan atau menimbun tanah pada pekerjaan pembukaan hutan.
  • Low ground preassure tractor. Traktor ini digunakan pada tanah yang agak lembab. Ground preassurenya sebesar 0,6 kg/cm². GP sebesar itu diperoleh dengan memperlebar trak (luasan kontak roda dengan tanah) dan menghilangkan komponen-komponen yang kurang bermanfaat.
  • Swam crawler tractor. Traktor jenis ini mempunyai ground preassure sebesar 0,25 kg/cm², sehingga dapat digunakan pada tanah yang sangat lembek atau basah.
  • Special application crawler tractor. Traktor jenis ini digunakan untuk menarik peralatan pertanian yang berat.

Traktor roda karet (ban)

1. Single axle
Traktor ini mempunyai satu poros roda (dua roda) sering disebut dengan traktor tangan dan dayanya kurang dari 12,5 Hp. Cara pengendalian: operator tidak naik di atas traktor , tetapi berjalan di belakang traktor.

2. Double axlea.

a. Three cycle (traktor roda tiga)
Roda depan terdiri dari satu roda atau dua roda yang dipasang berhimpitan an roda belakang dua buah. Traktor ini cocok untuk pekerjaan penanaman, pemeliharaan tanaman atau panen.

b. Four wheel tractor (traktor roda empat)
Traktor ini mempunyai empat roda yang masing-masing dua pada poros depan dan dua pada poros belakang. Cocok untuk menarik beban berat seperti pengolahan tanah (pembajakan, penggaruan). Berdasarkan dayanya dibedakan menjadi:
– Mini traktor   : berdaya 12,5-20 HP

– Four Wheel drive tractor :  berdaya diatas 20 HP
Demikian penjelasan dari Pengertian, Perbedaan dan Kegunaan Traktor semoga dapat bermanfaat bagi semua.
Sumber : Terimakasih kepada Mahasiswa BTP Politeknik LPP, Yogyakarta.