Pembubaran Persekutuan oleh Pemilik

pembubaran-persekutuan-oleh-pemilik
     Pada saat masuknya seorang sekutu kerja yang baru atau keluarnya sekutu kerja atau meninggalnya seorang sekutu maka akan membubarkan persetujuan bersama persekutuan. Suatu persekutuan dikatakan bubar apabila persetujuan awal para sekutu untuk menjalankan usaha bersama-sama dilanggar dan tidak berlaku lagi. Misalnya, persekutuan secara otomatis bubar jika salah seorang sekutu meninggal dunia. Apabila timbul perselisihan di antara para sekutu, maka atas permintaan seorang sekutu atau lebih pengadilan dapat memutuskan pembubaran persekutuan. Pengunduran diri salah seorang sekutu atau lebih lewat penjualan kepentingannya juga membubarkan persekutuan.
Bubarnya suatu persekutuan, maka wewenang para sekutu untuk menjalankan perusahaannya juga berakhir. Walaupun pembubaran ini mengakhiri asosiasi perorangan-perorangan untuk tujuan awal mereka, namun hal ini tidak berarti pembubaran perusahaan atau bahkan hambatan dalam kelangsungan hidupnya. Kalau seorang sekutu meninggal atau mengundurkan diri, maka perusahaan dapat dilanjutkan sebagai persekutuan baru, yang terdiri dari sekutu-sekutu yang ada ataupun sekutu-sekutu yang ada ditambah dengan masuknya seorang sekutu baru.
Keadaan yang menyebabkan terjadinya pembubaran persekutuan :
1.     Pembubaran atas dasar perjanjian persekutuan (act of the parties),karena:
a.      Berakhirnya jangka waktu yang ditentukan dalam perjanjian atau tercapainya tujuan.
b.     Persetujuan bersama.
c.      Pengunduran diri seorang anggota persekutuan.
2.     Pembubaran atas dasar bekerjanya undang-undang,karena:
a.      Kematian seorang atau beberapa anggota persekutuan.
b.     Bangkrutnya seorang atau lebih anggota atau persekutuan.
c.     Kejadian-kejadian tertentu yang mengakibatkan tidak dapat bertindaknya perusahaan yang  disebabkan oleh perbuatan individu anggota yang membawa nama      persekutuan.
d.     Ada perang di dalam suatu negara dari salah seorang anggota (persekutuan).
3.     Pembubaran atas dasar keputusan pengadilan, antara lain dalam keadaan sebagai berikut :
a. Ketidak mampuan seorang anggota untuk memenuhi kewajibannya terhadap perjanjian persekutuan.
b.  Tindakan seorang anggota yang mengakibatkan tidak ada keserasian dalam usaha yang  sedang berjalan.
c.    Perselisihan intern di antara anggota.
d. Tidak mungkin lagi untuk mendapatkan keuntungan secara kontinyu dari usaha  perusahaan.
e. Alasan lainnya yang mengakibatkan pembubaran misalnya kecurangan atau penyajian   yang keliru di dalam pembentukan formasi persekutuan.
Akuntansi untuk pembubaran persekutuan :
ü  Masuknya sekutu baru dengan membeli kepentingan sekutu lama
–        Seseorang dapat diterima sebagai sekutu baru hanya dengan kesepakatan semua sekutu.
–  Penerimaan sekutu baru menimbulkan perjanjian baru dan hal ini merupakan pembentukan persekutuan baru; persekutuan yang sebelumnya dianggap bubar dengan kesepakatan umum.
–   Persetujuan persekutuan  hanya mengikat sepanjang para sekutunya tetap tunduk terhadap persetujuan yang ditetapkan. Dengan masuknya seorang sekutu baru, maka suatu persetujuan baru harus dirancang untuk menetapkan kepentingan sekutu pada pembentukan , pembagian laba dan rugi, dan semua hal yang menyangkut asosiasi.
–   Seorang sekutu yang baru masuk biasanya menyetorkan aktiva untuk memperoleh kepentingan dalam persekutuan yang baru didirikan.
–       Seseorang dapat dapat memperoleh kepentingan dalam persekutuan lewat :
·       Masuknya sekutu baru dengan membeli kepentingan sekutu lama
Jika semua sekutu setuju untuk menerima seorang pembeli kepentingan sebagai sekutu, maka hal ini akan membubarkan persekutuan yang lama dan menciptakan persekutuan baru
·      Perolehan Kepentingan Lewat Investasi
Apabila seseorang memperoleh kepentingan dengan melakukan investasi, maka aktiva dan modal persekutuan akan bertambah.
ü  Investasi dengan pemberian bonus atau goodwill kepada sekutu lama
Masuknya sekutu baru dengan memberikan bonus atau goodwill kepada sekutu lama berdasarkan ratio laba-rugi sekutu lama. Bonus ditentukan oleh selisih kepentingan dengan modal yang disetor, dan total modal sekutu lama dan baru yang disetor tidak berubah.
Goodwill ditentukan selisih kepentingan dengan modal sekutu baru yang disetor, dan total modal sekutu lama berubah.
Ketentuan bonus dan goodwill di atas tidak berlaku bila ada ketentuan modal persekutuan. Bonus dan goodwill mempunyai pengertian yang sama, tetapi berbeda dari segi pencatatan. Bonus dan goodwill adalah pengakuan adanya kelebihan terhadap salah satu pihak dalam persekutuan yang baru didirikan.
Jika persekutuan telah beroperasi dengan sukses, maka para sekutu dapat menerima seorang sekutu baru dengan ketentuan sebagai berikut:
1.    Bagian dari investasi sekutu baru akan diberikan sebagai bonus kepada sekutu lama, atau
2.    Goodwill persekutuan akan ditetapkan dan mengkredit sekutu lama.
ü  Investasi dengan pemberian bonus atau goodwill kepada sekutu baru
Hal ini terjadi apabila sekutu lama mempunyai nilai tambah dibandingkan sekutu lama. Misal, sekutu baru ahli di bidang pemasaran. Metode bonus dengan memberikan tambahan modal kepada sekutu baru dan mengurangi modal sekutu lama. Metode goodwill ditetapkan bila modal persekutuan yang baru tidak sama dengan modal persekutuan lama setelah ditambah investasi dari sekutu baru.
ü  Penyelesaian dengan pengunduran diri seorang sekutu
Pengunduran diri salah seorang sekutu, di mana kegiatan perusahaan tetap dilanjutkan oleh sekutu yang tinggal. Hal ini para sekutu yang lama harus membayar kepada sekutu yang mengundurkan diri. Pembayaran kepada sekutu yang keluar ada 2 (dua) kemungkinan yaitu:
1. Pembayaran lebih besar dari saldo modalnya.
2. Pembayaran lebih kecil dari saldo modalnya.
·   Pembayaran Kepada Sekutu yang Mengundurkan Diri Suatu Jumlah yang Melebihi Saldo Modalnya.
Pembayaran kepada sekutu yang keluar melebihi saldo modalnya, pencatatannya ada 3 (tiga) metode:
a.     Selisihnya dicatat sebagai bonus.
b.     Selisihnya dicatat sebagai goodwill.
c.      Modal persekutuan dinilai kembali dengan dasar jumlah selisihnya.
Seorang sekutu dapat mengundurkan diri dari persekutuan setiap saat. Jika seorang sekutu mempunyai hak di dalam persekutuan, maka ia dapat mengklaim sejumlah penuh kepentingannya di dalam perusahaan yang bersangkutan. Lain halnya apabila seorang sekutu mengundurkan diri dengan melanggar persetujuan dan tanpa kesepakatan bersama seluruh partisipan, maka ia harus bertanggungjawab kepada sekutu lainnya atas setiap kerugian yang mereka derita akibat tindakan sekutu yang mengundurkan diri tersebut. Dalam hal ini, klaim seorang sekutu yang mengundurkan diri atas kepentingannya mungkin jadi melemah sebagian atau seluruhnya akibat kerugian yang disebabkan oleh pengunduran dirinya.
Pengunduran diri seorang sekutu dapat menyebabkan pembubaran perusahaan sepenuhnya. Sebaliknya, perusahaan dapat dilanjutkan tanpa hambatan, sementara penyelesaian dengan sekutu yang mengundurkan diri dilakukan dengan:
1.     Pembelian kepentingannya oleh salah seorang sekutu yang lain atau dengan
2.   Pembayaran kepadanya uang kas perusahaan atau aktiva lainnya untuk memenuhi kepentingannya.
Dalam hal terakhir di atas, pengunduran diri seorang sekutu akan dipertimbangkan sebagai pembubaran persekutuan yang lama dan akan mendirikan persekutuan yang baru. Pembelian kepentingan sekutu yang mengundurkan diri oleh sekutu yang akan mengakibatkan pemindahan modal sekutu yang mengundurkan diri ke perkiraan modal sekutu yang membelinya; jumlah sebenarnya yang dibayarkan kepada sekutu yang mengundurkan diri merupakan transaksi di luar persekutuan dan tidak ditetapkan dalam buku persekutuan . Penyelesaian pembayaran oleh persekutuan kepada sekutu yang mengundurkan diri mengakibatkan penurunan aktiva perusahaan, yang dibarengi dengan penghapusan modal sekutu yang mengundurkan diri. Jika penyelesaian ditangguhkan sampai tanggal pengunduran diri, maka perkiraan modal sekutu yang mengundurkan diri ditutup dan perkiraan kewajiban di kredit sebesar jumlah yang harus dibayarkan dalam penyelesaian.
·      Pembayaran Kepada Sekutu yang Mengundurkan Diri Dengan Jumlah yang Lebih Kecil Daripada Saldo modalnya.
Pencatatan pembayaran kepada sekutu yang keluar lebih kecil dari saldo modalnya, ada dua metode yaitu goodwill dan bonus.