Makam Sahabat Nabi Dibongkar dan Jenazahnya Masih Utuh di Syria

makam-sahabat-nabi-muhammad-saw
Makam Sahabat Nabi, di Syria

Makam Sahabat Nabi Dibongkar dan Jenazahnya Masih Utuh di Syria – Dalam sebuah laporan yang terdapat di sebuah stasiun televisi Alalam pada kamis (2/5), melaporkan sebuah kejadian tragis dimana puluhan orang yang tergabung dalam sebuah kumpulan-kumpulan pemberontak di Syria, melakukan penggalian makan Hurjr Ibn Adi (yang merupakan salah satu seorang sahabat Nabi Muhammad SAW dan Imam Ali bin Abi Thalib as) bertempat di distrik Adra, yang berdampingan dengan ibu kota Damsyik.

Dalam kejadian tersebut tidak hanya menggali, namun mereka juga membawa jenasah tersebut. Hal yang paling mengejutkan adalah ternyata Jenazah tersebut masih dalam keadaan utuh, namun jenazah yang telah dibawa oleh para pemberontak masih tidak diketahu keberadaannya hingga saat ini.

Tindakan tersebut mendapatkan banyak kecaman keras dari berbagai pihak. Setelah beberapa jam selepas berita tersebut disiarkan, para Ulama dari berbagai mazhab langsung mengecam aksi dan perbuatan yang tidak bertamadun dari para pemberontak tersebut.

Menurut beberapa sumber yang dimintai keterangan atas kejadian tersebut, menuturkan bahwa sekumpulan pemberontak yang memasuki komplek pemakaman dengan merusak pagar sekatan makam. Mereka telah menyiapkan berbagai alat yang digunakan untuk menggali dan lantas mengeruk tanah makam sahabat Nabi Muhammad SAW tesebut. Yang mengejutkan ” Ketika mereka telah mendapatkan jasatNya, ternyata keliahatan dalam keadaan masih utuh,” ujar salah seorang saksi mata yang menolak disebutkan namanya.

Dalam kisahnya, Hujr Ibn Adi merupakan salah satu sahabat dekat Nabi Muhammad SAW dan juga merupakan sahabat Imam Ali as. Hujr Ibn Adi merupakan pemimpin dari pasukan muslim untuk meraih kemenangan dalam beberapa pertempuran penting. Dan juga didalam sejarahnya Hujr Ibn Adi dan anak-anaknya merupakan orang-orang yang memiliki keiklasan dan mengorbankan diri mereka demi keluarga Rasulullah SAW. Pada tahun 660 Masehi (51), Khalifah Umayyah yang bernama Muawiyah bin Abu Sufyan lantas memerintahkan pembunuhan Hujr Ibn Adi dan anak-anaknya dianggap sebagai pemberontakan.

Subhanallah, itu lah yang blogphatar ucapkan untuk kejadian ini, bagaimana tidak sampai selama ini jenasah yang sudah berumur ber abad-abad tersebut masih utuh.  Hanyalah amal ibadahlah yang membuat hal itu terjadi.

“Jadi ambillah hikmah yang didapatkan dari kejadian tersebut”.


Memang  Allah S.W.T Maha Besar.

Thanks to Allah S.W.T

Sumber