Kertas Kerja Dalam Audit

kertas-kerja-auditing
Kertas kerja adalah catatan-catatan yang diselenggarakan auditor mengenai prosedur audit yang ditempuhnya, pengujian yang dilakukannya, informasi yang diperolehnya dan kesimpulan yang dibuatnya berkenan dengan pelaksanaan audit.

Kertas kerja dan standar auditing, berhubungan erat dengan tiga kelompok yaitu:

  1. Kertas kerja audit dan standar umum, standar umum yang menyatkan tentang kopentensi, independensi, dan kecermatan dan keseksamaan pelaksanaan tugas.
  2. Keras kerja audit dan standar pekerjaan lapangan, hal ini berhubungan dengan perencanaan dan pengawasan stuktur pengendalian internal bukti audit kompeten yang memadai.
  3. Kertas kerja dan standar pelaporan. Kertas kerja juga berhubungan erat dengan standar pelaporan.
Hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan kertas kerja adalah sebagai berikut:
  1. Lengkap. Kertas kerja dikatakan lengkap apabila memenuhi 2 syarat:Berisi semua informasi pokok,Tidak memerlukan penjelasan lisan tambahan.
  2. Teliti. Kertas kerja yang dibuat auditor harus bebas dari kesalahan, baik kesalahan penulis maupun kesalahan dalam penjumlahan.
  3. Ringkas. Kertas kerja dikatakan ringkas apabila hanya berisi informasi pokok dan relevan dengan tujuan pemeriksaan.
  4. Jelas. Auditor harus menggunakan istilah-istilah yang tidak menimbulkan pengertian ganda.
  5. Rapi. Kerapian kertas kerja akan mempermudah pemahaman terhadap kertas kerja tersebut.

Prinsip umum yang berkaitan dengan pembuatan dan penyimpanan kertas kerja. Prinsip umum tersebut antara lain:

  1. Pembuatan kertas kerja harus mempunyai maksud dan tujuan yang jelas.
  2. Hindarkan pekerjaan salin-menyalin yang tidak diperlukan.
  3. Buktikan keterangan lisan yang diperoleh melalui pengajuan pertayaan (inquiry)
  4. Jangan meninggalkan suatu pertanyaan tanpa ada jawaban yang jelas.
  5. Tulisan segala masalah relevan yang temukan pada saat melaksanakan audit.
Tipe kertas audit ada tujuh yang biasanya dikenal, yaitu:
  1. Program audit,yaitu daftar prosedur audit untuk pemeriksaan elemen-elemen tertentu.
  2. Working trial balance, adalah suatu daftar yang berisikan saldo berbagai akun buku besar pada akhir tahun yang diaudit dan pada akhir tahun sebelumnya.
  3. Ringkasan jurnal penyesuaian dan jurnal pengklasifikasian kembali, yaitu jurnal untuk mengoreksi kembali atas kesalahan yang dilakukan auditor.
  4. Daftar pendukung, yaitu daftar untuk melakukan verikasi elemen-elemen yang terdapat dalam laporan keuangan
  5. Daftar utama, yaitu ringkasan akun-akun yang saling berkaitan.
  6. Memorandum audit dan dokumentasi audit, merupakan data tertulis yang disiapkan auditor dalam bentuk negatif.
  7. Skedul dan analisis, yaitu akun yang ditunjukan dalam masing-masing buku besar dan mengidentifikasinya.
Susunan kertas kerja, adapun susunannya adalah sebagai berikut:
  1. Draf laporan audit.
  2. Laporan keuangan auditing.
  3. Ringkasan informasi bagi penelaah.
  4. Program audit.
  5. Laporan keuangan atas neraca lajur yang dibuat klien.
  6. Ringkasan jurnal penyesuaian.
  7. Working Trial Balace.
  8. Daftar utama.
  9. Daftar pendukung.
Thanks to Allah S.W.T