Etika Profesional Dalam Audit

Konsep Diri (Self)

Akuntansi merupakan suatu praktik moral sekaligus diskurtif; ia menyangkut dimensi moral (etis) individu (akuntan. Hal ini karena akuntansi merupakan praktik transformatif yang memiliki potensi kuat untuk mengubah segala sesuatu di dunia…”   (Francis, 1990)

“ Sang akuntan, yang berada dibalik akuntansi dengan demikian memiliki kemampuan besar untuk menciptakan  dan membentuk akuntansi yang pada gilirannya memiliki kekuatan untuk mengubah dunia” (Triyuwono,2000)

Hierarki Unsur Diri Manusia

hierarki-manusia-1

Hierarki Unsur Diri Manusia

 

Etika Profesional, meliputi standar sikap para anggota profesi  yang dirancang agar praktis dan realistis, tetapi sedapat mungkin idealistis. Tuntutan etika profesi harus di atas hukum tetapi di bawah standar ideal (absolut) agar etika tersebut mempunyai arti dan berfungsi sebagaimana mestinya.
Prinsip Etika, merupakan rerangka dasar bagi aturan etika yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota. Prinsip etika bukan merupakan standar yang  bisa dipaksakan pelaksanaannya, sedangkan aturan etika merupakan standar minimum yang telah diterima dan bisa dipaksakan pelaksanaannya. Dalam kode etik akuntan Indonesia terdapat delapan prinsip etika yaitu, Tanggungjawab profesi, Kepentingan publik, Integritas, Obyektivitas, Kompetensi dan kehati-hatian professional, Kerahasiaan, Perilaku professional, Standar teknis.
Aturan Etika, harus diterapkan oleh anggota Ikatan Akuntansi Indonesia Kompartemen Akuntan Publik (IAI-KAP) yang bekerja pada satu Kantor Akuntan Publik (KAP).Rekan pimpinan KAP bertanggungjawab atas ditaatinya aturan etika oleh anggota KAP.